Untuk Indonesia Emas 2045

Menjadi negara maju, sejahtera, dan tangguh pada peringatan 100 tahun kemerdekaannya di tahun 2045.

Istilah “Golden Indonesia 2045” merujuk pada visi Indonesia untuk menjadi negara maju, sejahtera, dan tangguh pada peringatan 100 tahun kemerdekaannya di tahun 2045. Pencapaian ini bukan sekadar perayaan simbolis, melainkan mencerminkan ambisi Indonesia untuk menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia dengan mendorong pertumbuhan melalui inovasi, keberlanjutan, dan inklusivitas. Untuk mewujudkan visi ini, Indonesia perlu mengatasi tantangan “middle-income trap” (jebakan pendapatan menengah) serta memanfaatkan transformasi digital sebagai penggerak utama. Pemerintah Indonesia telah menetapkan tujuan yang jelas, termasuk meningkatkan infrastruktur, mendorong pendidikan dan inovasi, serta mengintegrasikan teknologi digital untuk mentransformasi seluruh sektor ekonomi dan masyarakat.

Sebagai bagian dari agenda besar tersebut, lahirlah Indonesia Vision Digital 2045 yang menjadi panduan perjalanan transformasi digital bangsa. Visi ini menggambarkan bagaimana teknologi digital, termasuk blockchain, dapat memberdayakan perekonomian, tata kelola, dan masyarakat Indonesia. Pilar utama dari visi ini menekankan inklusivitas, yaitu memastikan akses yang setara terhadap sumber daya digital di semua lapisan masyarakat; pemberdayaan, yaitu membekali individu maupun organisasi dengan keterampilan dan alat untuk berkembang di era digital; serta keberlanjutan, yang selaras dengan tujuan global seperti Sustainable Development Goals (SDGs). Visi ini berupaya menciptakan ekosistem digital yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memastikan penggunaan sumber daya digital yang aman dan bertanggung jawab.

Teknologi blockchain memainkan peran sentral dalam mewujudkan Indonesia Vision Digital 2045 dengan menyediakan infrastruktur yang aman, transparan, dan tanpa perlu kepercayaan pihak ketiga (trustless) untuk pengelolaan data dan transaksi. Tidak seperti sistem terpusat tradisional, blockchain menjamin data tetap immutable (tidak dapat diubah) dan terdesentralisasi, sehingga meningkatkan kepercayaan terhadap sistem digital di berbagai sektor. Blockchain dapat diterapkan pada bidang-bidang penting seperti tata kelola, keuangan, kesehatan, dan logistik, guna menghadirkan transparansi dan efisiensi. Bagi Indonesia, blockchain membantu membangun kedaulatan digital, di mana bangsa dapat mengendalikan data dan teknologinya sendiri, mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, serta meminimalisir risiko yang terkait dengan kontrol terpusat.

Indonesia Blockchain Society (IBS) berada di garis depan transformasi ini. Sebagai organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk memajukan teknologi blockchain, IBS memainkan peran penting dalam menyatukan para pemangku kepentingan—pemerintah, dunia usaha, institusi akademik, dan mitra global—untuk mendorong adopsi blockchain di Indonesia. IBS secara aktif berkolaborasi dengan para pembuat kebijakan untuk membentuk regulasi yang mendukung penggunaan blockchain secara aman dan efektif, mengembangkan program untuk melatih talenta blockchain, serta membangun kemitraan yang akan menempatkan Indonesia sebagai pemimpin dalam inovasi blockchain. Melalui inisiatif seperti Blockchain Developer Academy dan Local Government Blockchain Forum, IBS memberdayakan sektor-sektor kunci untuk mengadopsi solusi blockchain yang mendorong pertumbuhan dan inovasi.

Gerakan yang dipimpin IBS bukan sekadar adopsi teknologi; ini tentang membangun ekosistem digital yang trustless (tanpa memerlukan kepercayaan pihak ketiga) dan tangguh bagi Indonesia. Inisiatif IBS bertujuan menyelaraskan semua pemangku kepentingan menuju visi bersama, memastikan manfaat blockchain dapat dirasakan di seluruh sektor. Menjelang tahun 2045, IBS membayangkan Indonesia di mana blockchain telah mentransformasi tata kelola, meningkatkan layanan publik, memungkinkan rantai pasok yang transparan, serta memberdayakan individu dan bisnis untuk berkembang dalam dunia yang mengutamakan digital. Harapannya, melalui kemitraan strategis, pendidikan, dan advokasi, IBS dapat membantu Indonesia mewujudkan Golden Vision: menjadi bangsa yang sepenuhnya digital, berdaulat, dan berdaya saing global.

Visi IBS

IBS membayangkan Indonesia sebagai pemimpin global dalam teknologi blockchain pada tahun 2045, dengan ekosistem digital yang terdesentralisasi, aman, dan trustless (tanpa memerlukan pihak ketiga), yang mendorong inovasi, inklusivitas, dan keberlanjutan.

Misi IBS

Misi kami adalah mempercepat adopsi teknologi blockchain di berbagai industri dan sektor publik melalu

Pengembangan Talenta

Menyediakan pelatihan dan program pendidikan komprehensif untuk mengembangkan talenta blockchain.

Kepatuhan Regulasi

Mendukung pemerintah dalam merumuskan kebijakan blockchain guna memastikan penerapan yang aman dan dapat diskalakan.

Kemitraan Global

Membangun kolaborasi internasional untuk memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap blockchain global.

Riset & Adopsi

Mendorong dan mendukung riset blockchain untuk menghadirkan inovasi di sektor keuangan, logistik, kesehatan, dan pendidikan.

Kepengurusan IBS

Board of Supervisory​

Cahyana Ahmadjayadi

Ahmad Nugraha

Board of Advisor

Muhammad Neil El Himam

Yudho Giri Sucahyo

Chairman

Ery Punta

Chairman

Dea Saka Kurnia Putra

Treasury

I.G.P Rahman Desyanta

Secretary General

Executive Team

I Gede Putu Rahman Desyanta

Director Executive

Tuhu Nugraha

Vice Director For Compliance and Regulatory

Matt Cook

Vice Director For global Partnership

Dipa

Vice Director For Governance & membership

Aji

Vice Director For talent Management